UNSYIAH LP3M 001

Universitas Syiah Kuala

  • iso-lp3m.JPG
  • lokarya.JPG
  • pekerti.JPG
  • tot-pbl-aktif.JPG

LP3M Unsyiah Bahas Program Kerja

 

20170103

Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Syiah Kuala melaksanakan rapat kerja (Raker) internal dengan seluruh kepala dan anggota pusat kerja. Raker ini dilaksanakan  Senin, 3 Januari 2017 di Hotel Oasis Banda Aceh.

Lima pusat kerja LP3M yaitu Pusat Pengembangan Pendidikan (PUDIK), Pusat Audit dan Pembinaan Akreditasi (PAUPA); Pusat Pengembangan Sistem Manajemen Mutu (P2SM2); Pusat Pengembangan Pengajaran (PIJAR) & Pusat Sistem Informasi dan Evaluasi (PIDEV).   Tiap pusat kerja  terdiri dari satu ketua dan dua anggota. Dalam raker ini kelima pusat kerja ini memaparkan hasil evaluasi program yang telah dilakukan tahun 2016 dan juga memaparkan program urgen untuk dua tahun ke depan.

Hadir di Raker ini, Ketua LP3M, Dr. Ir. Marwan sebagai pembuka acara; Sekretaris LP3M  Dr. Syahrun Nur, S.Si. M.Sc sebagai fasilitator acara dan Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, Majelis BAN-PT sebagai pembicara utama.

Dr. Ir. Marwan sebagai ketua LP3M yang membuka raker menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua pusat dan administrasi beserta anggota terhadap kinerja yang telah dilakukan dan akan dilakukan. “ Kami menyampaikan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh ketua dan anggota tim. Apa yang kita lakukan hari ini merumuskan target rapat kerja. Hasil hari ini akan di rakerkan pada tingkat Unsyiah tanggal 16-17 Januari 2017. Mudah-mudahan apa yang telah kita lakukan bisa kita pertanggung jawabkan” ungkapnya.

Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, anggota majelis BAN -PT, memulai presentasi tentang urgensi Sistem Akreditasi Nasional (SAN)-Dikti.  Setidaknya empat hal yang menjadi urgensi dari SAN-PT di antaranya: 1.  Terjadi ketidakseimbangan antara pertumbuhan jumlah perguruan tinggai dan mutu; 2. Terdapat disparitas mutu antara PT wilayah maupun status (negeri dan swasta);  3. Kerjasama regional dan internasional dalam penyelenggaraan perguruan tinggi dan akreditasi perguruan tinggi; 4. Perlunya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat dengan regulasi tentang standar dan sistem penjaminan mutu.

Lebih lanjut Prof. Mustanir menyampaikan bahwa Unsyiah perlu menunjukkan keunikannya di antara universitas lain di Indonesia. “ Unsyiah perlu menampilkan keunikannya di antara universitas yang ada di Indonesia. Salah satu yang mungkin dilakukan adalah dengan memunculkan program pendamping ijazah yang di dalamnya bisa dimasukkan item standar kemampuan mengaji bagi mahasiswa atau alumni”, ujarnya.

Dr. Sofia, S,Si, M.Si, ketua Pusat Pengembangan Pendidikan (PUDIK) memaparkan program yang telah dilakukan bersama anggotanya. Dua belas program telah PUDIK lakukan pada tahun 2016, di antaranya: Mereview dan evaluasi dokumen kurikulum berbasis KKNI; mereview dan evaluasi borang usulan prodi baru; pendampingan pembukaan prodi baru; presentasi ilmiah; publikasi; benchmarking ke Unand dan Uni Brawijaya; Pengisian form AUN; mereview dokumen proposal akreditasi Internasional FK; dan mengsubmit artikel best practice SPMI ke Ristekdikti. Sementara di tahun 2017 dan 2018 PUDIK akan melaksanakan program prioritasnya di antaranya penyusunan capaian pembelajaran, kajian kurikulum kebencanaan pada MKU, evaluasi internal pembukaan prodi baru, pendampingan penyiapan dokumen standarisasi internasional dan mengadakan konfrensi internasional pada penjaminan mutu pendidikan tinggi.

 Sofia juga menyampaikan bahwa PUDIK perlu didukung oleh lembaga dan rektorat membentuk mekanisme komunikasi efektif khususnya antara PUDIK dan prodi.  Begitu pula komunikasi vertikal dengan pihak rektorat. Juga penguatan perluasan networking dan publikasi dan menginisiasi pertemuan akademik yang berkaitan dengan penjaminan mutu. 

“Untuk meningkatkan kinerja PUDIK kedepan, tim kami perlu dukungan dari pihak otoritas universitas supaya mudah melakukan komunikasi baik vertikal maupun horizontal. Di samping itu, pertemuan-pertemuan akademis berkaitan dengan penguatan mutu perlu ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya” tutupnya.(boy)