UNSYIAH LP3M 001

Universitas Syiah Kuala

  • iso-lp3m.JPG
  • lokarya.JPG
  • pekerti.JPG
  • tot-pbl-aktif.JPG

STAI As Sunnah Berkunjung ke LP3M Unsyiah

20170330

Sekolah Tinggi Agama Islam As Sunnah Deli Serdang berkunjung ke Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Kamis (30/03). Tim tersebut disambut langsung oleh Ketua LP3M, Dr Ir Marwan, di ruang rapat kepegawaian Kantor Pusat Administrasi Unsyiah.

Ketua STAI As Sunnah, Tiy Kusmarrabbi Karo MA, beserta jajarannya mengunjungi Unsyiah dalam rangka mempelajari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diterapkan Unsyiah dalam meraih akreditasi A. Turut hadir dalam pertemuan ini, Dr Syahrun Nur (Sekretaris LP3M), Dr Ir Aman Yaman (Tim Pusat Pengembangan Sistem Manajemen Mutu), dan Dr drh Rinidar (Ketua Pusat Audit dan Pembinaan Akreditasi), yang memaparkan masing-masing presentasinya tentang strategi yang diterapkan Unsyiah selama ini.

Di hadapan Tim STAI As Sunnah, Dr Marwan menjelaskan bahwa Unsyiah memiliki SDM yang baik, untuk semakin meningkatkan kualitas SDM tersebut, LP3M memfasilitasi pelatihan-pelatihan khusus yang mendukung mereka untuk peningkatan sistem pembelajaran dan pendidikan di Unsyiah ini. Selain itu, Dr Syahrun juga menyebutkan bahwa ujung tombak dari keberhasilan penjaminan mutu itu sendiri terletak pada setiap Program Studi, sehingga semangat dari Program Studi untuk menghasilkan akreditasi terbaik harus terus ditumbuhkan.

Sementara itu, dalam pemaparannya tentang Penerapan SPMI berkelanjutan di lingkungan Unsyiah, Dr Aman Yaman, menyebutkan periode 2015 – sekarang merupakan periode penguatan keunggulan mutu. “SPMI diterapkan di semua lini manajemen yaitu administrasi, keuangan, pengajaran, penelitian dan pengabdian”, ujarnya.

Sedangkan mengenai sistem Audit Internal Mutu Akademik (AIMA) di Unsyiah sendiri, Dr Rinidar menjelaskan bahwa tahun 2016 LP3M baru saja menerapkan sistem audit secara online bagi program studi di Unsyiah yaitu dengan mengisi aplikasi AIMA Online. “AIMA ini dirancang sedemikian rupa sehingga menarik dan tidak lagi menjadikan AIMA sebagai hal yang menakutkan. Dengan begitu program studi secara sadar meminta sendiri untuk diaudit ketika akan akreditasi atau re-akreditasi”, ungkapnya.

Usai diskusi, tim STAI As Sunnah mengunjungi Unit Pengembangan Program Pendamping Matakuliah Agama Islam (UP3AI) Unsyiah. STAI As Sunnah sendiri awalnya merupakan lembaga pengajaran Bahasa Arab dan Ilmu-Ilmu Islam dengan nama Ma’had Aly As Sunnah, baru kemudian pada tahun 2012 berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam As Sunnah. Dan saat ini STAI As Sunnah baru memiliki 2 Program Studi, yaitu Pendidikan Bahasa Arab dan Komunikasi Penyiaran Islam. (kh)