UNSYIAH LP3M 001

Universitas Syiah Kuala

  • 2016.06.16.JPG
  • 2016.06.20.JPG
  • 2016.08.10.JPG
  • 2016.08.23.JPG
  • 2016.08.29.JPG
  • 2016.09.20.1.JPG
  • 2016.09.20.2.JPG
  • 2016.10.19.JPG
  • 2016.10.25.JPG
  • 2016.10.27.JPG
  • 2016.10.28.JPG
  • 2016.11.10.JPG
  • 2016.11.14.JPG
  • 2016.11.17.JPG
  • 2017.01.03.JPG
  • 2017.04.03.jpg
  • 2017.04.27.jpg
  • 2017.05.04.JPG
  • 2017.05.18.JPG
  • 2017.05.19.JPG

Perwakilan LP3M Unsyiah hadiri Workshop Uji Publik Nomenklatur Prodi

20170512 ed

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, mengadakan workshop uji publik nomenklatur program studi dan gelar pendidikan tinggi. Workshop ini diselenggarakan pada Jumat (12/05/2017) di Hotel Aston Pasteur, Bandung. Sebanyak 55 pimpinan universitas dari Aceh sampai Papua hadir pada workshop  ini.

Direktur Penjaminan Mutu, Prof. Aris Junaidi, PhD menyampaikan urgensi dari penamaan program studi. "Lima alasan kenapa nama program studi perlu disesuaikan dengan kekinian. Pertama, memfasilitasi tumbuhnya keilmuan di Indonesia.  Kedua, penyiapan tenaga kerja profesional. Ketiga, pengakuan  masyarakat internasional. Keempat, peningkatan kerjasama dengan PT luar negeri dan terakhir mempromosikan keilmuan khas Indonesia" ujar Aris.

Gatot, perwakilan PTN yang menjadi pemateri workshop  mengatakan bahwa nama Sains sudah diterima oleh banyak masyarakat Indonesia sebagai pengganti kata Ilmu. "Pihak prodi bisa menggunakan kata Sains atau Ilmu sebagai nama program studinya. Di kalangan akademisi, kedua nama ini sudah diterima. Oleh karenanya, prodi boleh menggunakan salah satu terma ini”, ungkap Gatot.

Pada sesi yang berbeda, Mega Santoso, perwakilan PTN menyampaikan bahwa pemerintah merespon kebutuhan keilmuan di Indonesia. "Jumlah prodi di Indonesia terus meningkat mulai dari jumlah 524 pada tahun 2007, meningkat sampai 1070 pada tahun 2015”, ungkapnya.

Dr Iskandar A. Samad MA, perwakilan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unsyiah paska sesi workshop menyampaikan tentang manfaat mengikuti workshop ini. "Workshop ini memberi pemahaman yang mendalam tentang penamaan prodi dan gelar di PT. Kita juga memahami bagaimana cara mencatumkan nama prodi sesuai dengan lima rumpun keilmuan yang telah ditetapkan oleh Kemenristekdikti”, ujar Iskandar.

Panitia pelaksana membuka sesi konsultasi bagi semua perwakilan universitas untuk membahas tentang penamaan prodi yang telah ditetapkan sesuai nomenklatur. Mega menfasilitasi semua pertanyaan yang diajukan oleh pihak universitas.

Pada sesi konsultasi ini, Iskandar mempertahankan nama-nama prodi yang telah diajukan oleh Unsyiah kepada Kemenristekdikti. "Kita berusaha mempertahankan nama prodi yang telah diusulkan oleh Unsyiah ke pihak Kemenristek. Apalagi permintaan ini memang lahir dari prodi itu sendiri seperti Prodi S3 Ilmu Teknik, Prodi S3 Matematika & Aplikasi Sains, Prodi S2 Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Terpadu, juga prodi-prodi lain. Dengan memberikan rasional yang kuat seperti informasi adanya persamaan nama prodi ini pada tiga universitas kredibel di luar negeri, nilai historis lengkap dengan daftar sumber daya manusia nya, Insya Allah bisa dipertahankan. Sebagaimana telah pemateri sampaikan pada acara workshop dan sesi konsultasi”, ujar Iskandar.

Turut hadir pada acara ini Wakil Rektor I Unsyiah, Dr. Hizir, perwakilan 55 universitas di Indonesia, staf Kemenristekdikti dan staf ahli universitas bidang pendidikan PTN. (bill)