UNSYIAH LP3M 001

Universitas Syiah Kuala

  • 2016.06.16.JPG
  • 2016.06.20.JPG
  • 2016.08.10.JPG
  • 2016.08.23.JPG
  • 2016.08.29.JPG
  • 2016.09.20.1.JPG
  • 2016.09.20.2.JPG
  • 2016.10.19.JPG
  • 2016.10.25.JPG
  • 2016.10.27.JPG
  • 2016.10.28.JPG
  • 2016.11.10.JPG
  • 2016.11.14.JPG
  • 2016.11.17.JPG
  • 2017.01.03.JPG
  • 2017.04.03.jpg
  • 2017.04.27.jpg
  • 2017.05.04.JPG
  • 2017.05.18.JPG
  • 2017.05.19.JPG

Mengenal TOEFL dan Manfaatnya

Dewasa ini, penguasaan bahasa Inggris menjadi sebuah hal penting yang mesti dimiliki oleh setiap mahasiswa. Test of English as a Foreign Language (TOEFL) merupakan sebuah tes digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris bagi para penutur asing. Pentingnya tes TOEFL membuat lebih dari 9.000 institusi pendidikan di lebih dari 130 negara mengakui nilai ini, sebagaimana yang tertulis di website ETS sebagai pelaksana resmi tes TOEFL. Apa sebenarnya tes TOEFL ini dan apa manfaat bagi mahasiswa?

Tes TOEFL merupakan alat ukur kemampuan bahasa Inggris bagi penutur asing. Tes TOEFL ini tersedia dalam tiga format; computer based test (CBT), internet based test (IBT) dan paper based test (PBT). Kalau di Indonesia, khususnya di Aceh, format PBT yang sangat populer di kalangan mahasiswa. Test TOEFL PBT terdiri atas tiga bagian tes: listening comprehension, structure and written expression, dan  reading comprehension. Tes listening yang berada pada section 1 bertujuan untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap bahasa Inggris yang diucapkan oleh native speaker. Tes structure and written expression yang  berada pada section 2 bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa menguasai grammar bahasa Inggris sesuai dengan standar penulisan. Dan tes reading comprehension untuk mengukur kemampuan pemahaman bacaan pada teks.

Tes TOEFL ini juga terbagi atas tiga kategori dengan kadar pengakuan yang berbeda. Pertama, TOEFL Internasional; tes ini diakui oleh semua institusi pendidikan di dunia. Kedua, TOEFL Institusional; tes ini bersifat institutional bermakna bahwa hanya universitas tertentu yang mengakui nilai ini. Ketiga, TOEFL prediction; tes ini sifatnya lokal. Hanya institusi pelaksana tes ini saja yang mengakuinya. Biasanya mahasiswa direkomendasikan untuk mengikuti tes TOEFL prediction sebelum mengikuti tes TOEFL institutional dan Internasional. Selain harganya yang sangat terjangkau, TOEFL prediction ini juga memberikan gambaran tentanggeneric featureyang didapatkan pada tes TOEFL institutional dan internasional.

Nilai tes TOEFL menjadi syarat untuk melamar beasiswa. Sebagai contoh beasiswa Fullbright, Ford foundation, dan LPSDMA (beasiswa pemerintahan Aceh). Nilai yang disyaratkan oleh pihak sponsor ini sekitar 550 (PBT). Nilai setinggi ini menunjukkan bahwa mahasiswa sudah kompeten dalam mengikuti pelajaran yang ada di universitas negara berbahasa Inggris, seperti Amerika, Inggris dan Australia. Sehingga saat mengikuti mata kuliah di negara berbahasa Inggris tidak mengalami kesulitan lagi memahami materi yang disampaikan oleh dosennya.

Universitas di dalam negeri sekalipun sudah menerapkan persyaratan TOEFL sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian skripsi sebagai ujian akhir kuliah. Sebagai contoh Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh. Unsyiah mengsyaratkan setiap mahasiswa untuk mendapatkan nilai TOEFL minimum 450 untuk mahasiswa non jurusan bahasa Inggris dan 475 bagi mahasiswa Bahasa Inggris. Meski nilai ini belum bisa digunakan untuk meraih kesempatan beasiswa, namun nilai ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa mereka mampu berkomunikasi bahasa Inggris sehari-hari.

 

Penulis:

Dr. Iskandar Samad, MA

Anggota Pusat Pengembangan Pendidikan LP3M Unsyiah,

Founder/CEO Rumoh Bahasa (Rumba), Aceh, Indonesia, &

Alumni University of New England (UNE), NSW, Australia