UNSYIAH LP3M 001

Universitas Syiah Kuala

  • 2016.06.16.JPG
  • 2016.06.20.JPG
  • 2016.08.10.JPG
  • 2016.08.23.JPG
  • 2016.08.29.JPG
  • 2016.09.20.1.JPG
  • 2016.09.20.2.JPG
  • 2016.10.19.JPG
  • 2016.10.25.JPG
  • 2016.10.27.JPG
  • 2016.10.28.JPG
  • 2016.11.10.JPG
  • 2016.11.14.JPG
  • 2016.11.17.JPG
  • 2017.01.03.JPG
  • 2017.04.03.jpg
  • 2017.04.27.jpg
  • 2017.05.04.JPG
  • 2017.05.18.JPG
  • 2017.05.19.JPG

Workshop Penyusunan Instrumen dan Evaluasi Penerapan Kurikulum KKNI

20170619

Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unsyiah melakukan sosialisasi penyusunan instrumen kurikulum KKNI bertempat di Balai Senat KPA Unsyiah, Senin (19/06). Sosialisasi ini dilaksanakan dalam Workshop Penyusunan Instrumen dan Evaluasi Penerapan Kurikulum KKNI Universitas Syiah Kuala Tahun 2017. Hadir dalam kegiatan ini yaitu para ketua SJMF di lingkungan Unsyiah.

Dalam sambutannya, Dr Ir M Aman Yamanmenjelaskan Unsyiah dalam proses menuju BLU terus berproses menghasilkan yang terbaik dengan memperkuat elemen-elemen penting terkait Standar Dikti, salah satunya yaitu kurikulum KKNI dalam bidang penguatan akademik. Hasil implementasi KKNI ini akan menjadi standar penilaian ke depan dalam proses AIPT Unsyiah.

“KKNI merupakan kebijakan akademik Unsyiah sejak tahun 2016. Sehingga, implementasi KKNI perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan. Pelaksanaan KKNI juga harus efektif, efisien dan berhasil sesuai sasaran. Dalam hal ini, implementasi KKNI di lingkungan prodi akan menjadi pantauan SJMF dan TPMA untuk kedepan dalam hal peningkatan mutu”, tambahnya.

Jika merujuk pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi Pasal 39, dinyatakan bahwa prodi harus mempunyai satu unit yang melakukan pemantauan dan evaluasi secara periodik dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu proses pembelajaran.

“LP3M, diwakili oleh Pusat Pengembangan Sistem Manajemen Mutu merancang unit manajemen tersebut atau dengan kata lain yaitu memfungsikan TPMA dan SJMF untuk pemantauan dan evaluasi pembelajaran”, jelas Dr Syahrun dalam sambutannya.

Wakil Rektor I, Dr Hizir, juga mengungkapkan jika program studi di Unsyiah ingin melakukan akreditasi internasional, yang menjadi penilaian terpenting yaitu tercapainya pembelajaran berdasarkan kurikulum berbasis KKNI, hal ini akan terlihat pada kualifikasi lulusan yang sesuai deskriptor.

“Sejak Unsyiah berakreditasi A, banyak universitas-universitas yang belajar akreditasi kesini. Dan saat ini Unsyiah menjadi salah satu PT Asuh yang diberi kepercayaan oleh ristekdikti untuk mengasuh 2 universitas di Aceh.  Harapan kita, semoga Unsyiah bisa sejajar dengan universitas-universitas besar di Indonesia jika kita terus berbenah mencapai yang terbaik”, lanjutnya. (kh)