UNSYIAH LP3M 001

Universitas Syiah Kuala

  • 2016.06.16.JPG
  • 2016.06.20.JPG
  • 2016.08.10.JPG
  • 2016.08.23.JPG
  • 2016.08.29.JPG
  • 2016.09.20.1.JPG
  • 2016.09.20.2.JPG
  • 2016.10.19.JPG
  • 2016.10.25.JPG
  • 2016.10.27.JPG
  • 2016.10.28.JPG
  • 2016.11.10.JPG
  • 2016.11.14.JPG
  • 2016.11.17.JPG
  • 2017.01.03.JPG
  • 2017.04.03.jpg
  • 2017.04.27.jpg
  • 2017.05.04.JPG
  • 2017.05.18.JPG
  • 2017.05.19.JPG

FGD Persiapan Sertifikasi AUN-QA Unsyiah

20170728

Untuk melangkah ke jenjang internasional, Universitas Syiah Kuala memulai langkahnya dengan melakukan Persiapan Sertifikasi AUN-QA. Adalah Focus Group Discussion dalam rangka persiapan sertifikasi tersebut yang diadakan oleh LP3M pada Jumat (28/07/2017). Hadir dalam pertemuan ini yaitu prodi-prodi yang mendapatkan akreditasi A berturut-turut, Prodi S1 Matematika, Prodi S1 Ilmu Hukum, Prodi S1 Pendidikan Biologi dan Prodi S1 Ekonomi Pembangunan.

AUN (Asean University Network) merupakan sebuah organisasi jejaring universitas di asean yang mempunyai tujuan utama untuk memperkuat dan memperluas kerjasama di bidang pendidikan tinggi antar negara Asean. Dan AUN-QA (Quality Assurance) itu sendiri adalah salah satu kegiatan AUN yang bertujuan untuk melakukan penjaminan mutu program studi yang menjadi anggota AUN (bersifat regional Asean). AUN-QA melakukan pemantauan kualitas secara sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas.

Dalam FGD yang berlangsung di KPA 2 Biro Rektor Unsyiah tersebut, LP3M menghadirkan narasumber dari Institut Teknologi Bandung, Dr Pepen Arifin. Beliau merupakan Ketua Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Institut Teknologi Bandung.

AUN-QA merupakan sebuah assessment dan bukan akreditasi. Akreditasi sendiri merupakan bagian dari QA. Penilaian dilakukan secara mandiri (Self Assessment) dengan melakukan penulisan SAR (Self Assessment Report). Proses ini diikuti dengan konfirmasi kelengkapan dokumen dan menentukan Action For Improvement terhadap hasil SAR. Setelah itu akan dilakukan visitasi oleh tim Reviewer dari anggota AUN yang berasal dari Negara Asean untuk memberikan masukan terhadap Self Assessment yang telah dilakukan dan diperoleh rekomendasi untuk perbaikan di masa mendatang.

Dalam materinya, Dr Pepen menjelaskan bahwa mulai tahun ini assessment program studi AUN-QA dilakukan secara online. Program studi yang akan di-assessment harus membuat SAR yang ditulis dalam Bahasa Inggris dengan jelas dan padat sebanyak 51-80 halaman. Penilaian assessment tersebut mempunyai 11 kriteria, dan salah satunya yaitu Learning Outcomes (Proses Pembelajaran). Learning Outcomes yang dibuat sebaiknya berisi tentang proses selama 5 tahun terakhir bukan hanya pada satu tahun tertentu. Dr Pepen juga menambahkan jika Perguruan Tinggi mulai menjadi bagian dari AUN, maka program studi yang sudah di-assessment harus melakukan assessment secara berkelanjutan setiap 5 tahun sekalinya.

Di Indonesia, terdapat 4 Perguruan Tinggi yang menjadi anggota AUN dan menjalani assessment AUN-QA tiap tahunnya, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Airlangga. (kh)