UNSYIAH LP3M 001

Universitas Syiah Kuala

  • 2016.06.16.JPG
  • 2016.06.20.JPG
  • 2016.08.10.JPG
  • 2016.08.23.JPG
  • 2016.08.29.JPG
  • 2016.09.20.1.JPG
  • 2016.09.20.2.JPG
  • 2016.10.19.JPG
  • 2016.10.25.JPG
  • 2016.10.27.JPG
  • 2016.10.28.JPG
  • 2016.11.10.JPG
  • 2016.11.14.JPG
  • 2016.11.17.JPG
  • 2017.01.03.JPG
  • 2017.04.03.jpg
  • 2017.04.27.jpg
  • 2017.05.04.JPG
  • 2017.05.18.JPG
  • 2017.05.19.JPG

PUDIK-LP3M Unsyiah Adakan Evaluasi Internal Program UP3BI

20171005

Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Syiah Kuala melalui Pusat Pengembangan Pendidikan (PUDIK) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Internal Unit Program Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris (UP3BI). Agenda tahunan ini bertujuan untuk memperoleh masukan informasi penting pelaksanaan UP3BI ini. FGD ini dilaksanakan di Ruang Balai Senat pada Kamis, 5 Oktober 2017.

FGD ini dibuka oleh Ketua LP3M, Dr. Marwan. Dalam sambutannya Marwan menyatakan hasil tes pemetaan awal yang dilakukan oleh Pusat Bahasa menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa masih berada di bawah skor 450. “Hasil laporan pelaksanaan pemetaan awal yang dilakukan oleh Pusat Bahasa untuk penentuan kelas pada program UP3BI menunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa baru yang masuk Unsyiah mampu memperoleh nilai TOEFL di bawah 450”.

Lebih lanjut Marwan menyampaikan kemampuan berbahasa asing ini sangat membantu mahasiswa untuk meraih pekerjaan yang layak dengan gaji yang pantas atau paling tidak mahasiswa tersebut memiliki kepercayaan diri yang tinggi. “Mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris terlihat tampil dengan kepercayaan diri yang tinggi. Dengan kemampuan ini pula, akan memudahkan mereka untuk diterima oleh dunia kerja. Inilah yang membuat penguasaan Bahasa Inggris ini penting”, ujarnya.

Pada sesi lain, ketua Pusat Bahasa Unsyiah, Prof. Dr. Usman Kasim, M.Ed dalam paparan presentasinya menyatakan bahwa program UP3BI sangat membantu meningkatkan nilai TOEFL mahasiswa. “Program UP3BI menunjukkan bahwa secara qualitatif, peningkatan kemampuan mahasiswa terhadap TOEFL meningkat. Peningkatan ini dapat dilihat dari nilai Pre-test dan Post-test”, ucapnya.

Dr. Iskandar Abdul Samad, MA, Dosen FKIP Bahasa Inggris menambahkan bahwa UP3BI ini terbentuk karena adanya kritikan di berbagai media seperti media Detak Unsyiah , 2015, dimana mahasiswa menganggap bahwa pemberlakuan syarat mendapatkan nilai TOEFL sebanyak 450 ini menghambat mereka menyelesaikan studi di Unsyiah. “Berbagai kritikan dari mahasiswa ditujukan kepada pihak universitas dimana mereka beranggapan bahwa pemberlakuan persyaratan ini di anggap sebagai tindakan ambisius yang dilakukan oleh Unsyiah. Para mahasiswa beranggapan bahwa bidang studi yang mereka tidak begitu butuh nilai TOEFL ini. Merespon kritikan inilah maka lahir program UP3BI, yang dapat dijadikan sebagai program unggulan untuk meningkatkan keingintahuan mahasiswa dan meningkatkan nilai TOEFL” ujar Iskandar.

Diakhir acara ini, Dr. Sofia, M.Sc mengapresiasi partisipasi aktif para audiens dalam memberikan masukan penting untuk improvisasi program unggulan ini. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi para Kakak Asuh dan Mahasiswa UP3BI pada acara FGD ini. Semua data yang didapatkan ini akan kami analisis lebih detil lagi untuk dapat dipresentasikan ke pimpinan universitas”, tutup Sofia.

UP3BI ini menjadi sebuah bentuk respon positif dari pimpinan Unsyiah terhadap komplain mahasiswa. Terbukti program ini mampu meningkatkan kemampuan dan kesadaran akan pentingnya kemampuan menguasai Bahasa Inggris.

Turut hadir pada acara ini Ketua PUDIK, Dr. Sofia, M.Sc, Dosen Bahasa Inggris, Dr. Iskandar Abdul Samad, MA, Para Kakak Asuh dan Mahasiswa UP3BI. (bill)